Menjadi Blogger, Harus Bangga atau Malah Mengorek Luka? - Reezumiku

Friday, January 25, 2019

Menjadi Blogger, Harus Bangga atau Malah Mengorek Luka?


Bangga menjadi narablog? Wah… bang Adhi Nugroho alias Nodi seolah lagi nyuruh saya untuk membuka luka lama yang telah tersembunyi dengan rapat. Ya… Sebuah luka. Awalnya saya tidak berniat ikutan pada blog competition ini karena khawatir luka tersebut dapat tergores kembali.

Namun saya juga telah merenung cukup keras, hingga akhirnya selesailah tulisan ini dalam waktu sehari di jam-jam terakhir penutupan pendaftaran. Bisa jadi, Kompetisi Menulis Blog Nodi justru menjadi kesempatan saya agar dapat berteriak pada dunia. Kya~~~  Rebel… saya ingin memberontak untuk kali ini saja. Ya, kali ini saja.



Dahulu saya tidak mengenal tentang bullying. Baru ketika masuk SMA itulah saya menyadari bahwa tindakan teman-teman sekolah sejak TK hingga SMP yang saya terima ketika itu merupakan bullying. Yup, penindasan/perundungan secara fisik, materi, hingga psikis saya terima bertahun-tahun secara terus-menerus hingga menyebabkan trauma.

Beruntung, ketika SMA saya terlepas dari semuanya dan mendapatkan teman-teman baru yang sangat peduli, sehingga dampak bullying itu tidak berkelanjutan atau semakin parah. Saya sangat bersyukur atas takdir Allah yang amat berharga. Sayangnya, memang masih ada sisa-sisa traumatis psikis yang terbawa hingga sekarang, misalnya: rasa rendah diri, sulit bersosialisasi, takut bertemu orang baru, tidak berani menatap mata lawan bicara, lebih parahnya, saya selalu merasa tidak diterima dimanapun berada.

Saya menyadari semua itu dan berusaha untuk lepas secara total. Namun ternyata keinginan tak semudah kenyataan. Sulit menyembuhkan luka yang telah tertanam sejak lama. Makanya tidak heran bila ada yang stress hingga bunuh diri ketika mengalami bullying dan ketidakadilan di lingkungan pertemanan, sekolah maupun keluarga.

Yah, itulah perkenalan saya dengan blog. Sebuah pelarian dari dunia nyata ke dunia maya – alam yang lebih mampu menerima semua keresahan. Sebab, saya tidak bisa bercerita pada siapapun ketika itu, baik orang tua, guru, atau teman. Rasa takut yang terdoktrin sejak lama telah membuat nyali ciut. Secara umum, mayoritas korban bullying akan menyembunyikan semua itu dari orang terdekat, hingga akhirnya ketahuan saat dampak bullying telah parah.

Tuh kan… Saya jadi curhat. Sudah terduga kalau pembukaannya akan sepanjang ini jika menyangkut masa lalu (*masa lalu).



Blog lama yang saya buat di tahun 2011 berisi tentang curhatan dan rasa sakit semua, khas anak ABG yang lagi alay-alaynya. Tapi saya puas telah menuliskan semua itu, entah ada yang baca atau tidak. Seiring berjalannya waktu, saya mulai malu dengan masa lalu yang suram tersebut hingga akhirnya menghapus semua postingan, kemudian membuat blog baru.

Fiksi adalah dunia kepenulisan yang saya geluti pertama kali. Melalui cerpen inilah semua rasa dalam hati bisa tercurahkan dalam sebuah karakter imajinatif. Alhamdulillah, menulis merupakan salah satu cara penyembuhan yang ampuh. Perlahan kecemasan dan ketakutan mulai berkurang. Saya semakin berani menunjukkan diri serta bisa berinteraksi dengan lebih banyak orang.

Masa lalu telah menjadi kenangan, namun semuanya juga membuat saya lebih kuat. Ya, jika dulu tidak di-bully, bisa jadi saya akan terkejut dengan lingkungan kampus yang penuh perselisihan, kerja yang diselimuti persaingan, dan kehidupan keluarga serta masyarakat yang penuh masalah. Jika dahulu tidak di-bully, mungkin saya akan mudah patah semangat dan tidak bisa menjadi pribadi seperti yang sekarang.



Sampailah pada titik dimana saya bisa bilang, “Bangga menjadi narablog”. Namun arti sebuah kebanggaan bukan diukur dari seberapa banyak materi yang didapat dari aktivitas tersebut, popularitas, atau kesuksesan. Bangga memiliki standarnya masing-masing, berbeda dari tiap individu.

Awal mendalami blogging, saya membuat batas sebuah kebanggaan itu adalah ketika bisa jalan-jalan ke banyak tempat sebagai travel blogger, bahkan secara gratis layaknya kak Trinity. Semua berubah ketika mengunjungi blog Dua Ransel. Bangga itu bisa melakukan hobi yang sama dengan orang tercinta-suami layaknya Ryan dan Dina.

Beberapa bulan lalu, parameter bangga itupun berubah kembali sejak membaca blog nodiharahap.com . Saya telah dibuat kagum dengan sederet prestasi yang diraih melalui nge-blog. Respect itu pun meningkat, sebab bang Nodi begitu menghargai setiap apa yang dicapainya, mulai dari memenangkan hadiah hiburan hingga the True Winner. Keren... Saya ingin mengikuti jejaknya, memantaskan diri untuk menjadi pemenang dalam sederet kompetisi, InsaAllah.  


This is the newest achievement of nodiharahap.com:




Momen spesial yang membuat saya bangga menjadi seorang blogger terjadi sekitar 5 bulan lalu. Yaitu sebuah keputusan untuk rebuild my blog. Ketika itu saya berada dalam sebuah kegalauan antara me-nonaktifkan blog atau tetap melanjutkannya. Setelah berpikir panjang, keputusan untuk tetap menghidupi blog pun terpilih, dengan syarat rebuild total.

Terlihat sepele bukan? Apa yang bisa dibanggakan dari itu semua coba? Namun bagi saya, keputusan tersebut merupakan pilihan sulit dan tidak bisa saya lampaui dengan mudah. Artinya, saya harus membuka diri lebih banyak lagi, lebih luas, dan berjuang melawan rasa rendah diri yang masih mengekor hingga saat ini.

Itulah sebabnya saya bangga menjadi blogger. Keputusan lima bulan lalu telah memberi dampak signifikan pada saya saat ini. Relasi bertambah, teman yang semakin banyak, hingga income yang takterduga dari aktivitas menulis blog. Alhamdulillah….



Resolusi yang tampak abstrak mungkin. Namun dengan menargetkan 100 artikel pada blog ini, saya semakin terpicu untuk mempebaiki segalanya, mulai dari konten, publikasi, teknik SEO, desain grapic, dan sebagainya. Saya ingin menyambut 2019 dengan optimis serta penuh percaya diri.

Menembus 100 artikel, pastinya bukan hanya sekedar angka biasa. Namun semua harus berupa postingan-postingan yang informatif dan memberi manfaat bagi pembaca. Saya tidak mau membuat tulisan-tulisan yang akan menambah dosa jariyah untuk saya kelak. Semakin banyak menulis, maka semakin saya sering evaluasi, belajar dan memperbaiki diri. Wish my dream will be come true…

Finally….
Saya senang bisa menyelesaikan tulisan ini tanpa meneteskan air mata ataupun kesal pada orang-orang yang mem-bully saya di masa lalu. Rasanya seperti baru melewati batu besar saat rafting. Lega. Terimakasih bang Nodi yang telah menciptakan inspirasi dari blognya yang inovatif. Thanks juga sudah memberikan kesempatan untuk bilang pada dunia, “Saya bangga menjadi narablog.”



#KompetisiBlogNodi

14 comments:

  1. Wahhh semoga bisa menjadi narablog yang bertahan sampai kapanpun, soalnay menyenangkan juga, bisa mengasah kemampuan dan juga skill :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... InsyaAllah terimakasih banyak doanya. Semoga saya bisa terus menuliskan hal-hal positif di sini.

      Delete
  2. Lika liku menjadi blogger penuh perjuangan mbak, salute.
    Bullying membuat mbak pergi ke dunia maya, tapi malah justru menajdi kreatif..
    Selalu semangat mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks... Alhamdulillah. Saya yakin ini sudah ditakdirkan sbg jalan terbaik buat saya. Insaallah selalu semangat. Senang bisa mengenal dunia blogger yang penuh dengan orang2 menginspirasi...

      Delete
  3. MashaAllah mbak, alhamdulillah ya blognya malah sudah jadi website ��. Semoga kedepannya semakin menambah amalan yang bermanfaat bagi orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih acak2an gitu kok mbk hehe... Insaallah semoga bisa bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung

      Delete
  4. Semangat mbak💪
    Perihal bully, mungkin saya pernah mengalami juga secara nggak langsung. Dan karena saya sensitif saya selalu merasa sedih dan memikirkan banyak hal terlalu dalam, dan melaui blog saya pengen mewujudkan impian saya...
    Belajar melupakan perasaan tertekan, berusaha lepas dari bayangan masa lalu dan melangkah ke masa depan.
    💪💪💪💪😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat mbk... Kalau bukan dari keinginan diri sendiri memang sulit utk melupakan semua dan melangkah ke masa depan.. Semoga sukses dan hari esok lebih indah... Heheee

      Delete
  5. Alhamdulillah smg makin bangga menjadi narablog yah kak, semangattt :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sekarang bisa bilang bangga. Apalagi dapat menambah banyak teman dan wawasan. Terimakasih mas Joe sudah berkunjung 🙏

      Delete
  6. Semangat terus kak, menulis terus, produktif terus, nanti akan indah pada waktunya ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insaallah makasih banyak mas. Semoga indah pada waktunya. Thanks juga dah mampir hehe

      Delete
  7. Hai, salam kenal. Saya juga pernah mengalami tindakan perundungan saat masih di sekolah, ugh, kalau ingat sangat tidak nyaman ya. Dan salut kamu bisa mengelola "kecut"nya lemon menjadi "jus" lemon yang manis untuk dinikmati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba salam kenal... Iya kalau ingat suka sebel juga sih. Kadang pengen marah2. Tp mereka yg ngebuli loh gak ngerasa ngapa2in. Jadi cuma kita yg ters

      Delete

Local Business Directory, Search Engine Submission SEO Tools